Liputan

Liputan

Nata Sukma Complex#: Tubuh yang Mengingat dan Sejarah yang Diperebutkan

Pertunjukan teater “Nata Sukma Complex#” karya sutradara Tatang R. Macan hadir bukan sekadar merekonstruksi sejarah kolonial, melainkan menyoroti kolonialitas—yakni logika kekuasaan dan eksploitasi yang terus hidup hingga saat ini. Melalui perpaduan gerak tubuh, bunyi, dan visual kontemporer, penonton diajak menyelami kelamnya sejarah sebagai sebuah pengalaman indrawi yang masih terus diperebutkan.

Nata Sukma Complex#: Tubuh yang Mengingat dan Sejarah yang Diperebutkan Selengkapnya

Liputan

Si Bunian Palembayan: Menari untuk Hutan yang Tak Lagi Ada

Pertunjukan tari kontemporer “Si Bunian Palembayan” karya Joni Andra mengangkat isu kerusakan lingkungan dan alih fungsi hutan menjadi kebun sawit di Palembayan, Agam. Karya ini menafsirkan ulang mitos Urang Bunian sebagai penjaga kelestarian rimba, sekaligus kritik tajam atas bencana alam serta pengingat bagi manusia untuk kembali menjaga keseimbangan harmoni alam.

Si Bunian Palembayan: Menari untuk Hutan yang Tak Lagi Ada Selengkapnya

Liputan

Manapak Jajak, Membaca Kesenirupaan Minangkabau Kontemporer

Pameran seni “Manapak Jajak” oleh Tambo Art Center di Yogyakarta bukan sekadar etalase visual, melainkan ruang dialog kebudayaan. Melalui kacamata komposer Nurkholis, artikel ini mengupas bagaimana perupa kontemporer Minangkabau memaknai ulang tradisi marantau sebagai pijakan untuk terus tumbuh dan melahirkan jejak baru dalam ekosistem seni Nusantara.

Manapak Jajak, Membaca Kesenirupaan Minangkabau Kontemporer Selengkapnya

Liputan

Kaba-Musikal yang Menghidupkan Pemikiran Buya Syafi’i Ma’arif

Peringatan empat tahun wafatnya Buya Ahmad Syafi’i Ma’arif dirayakan lewat pertunjukan “Kaba-Musikal” di ISI Padang Panjang. Diinisiasi oleh MA’ARIF Institute dan Komunitas Talago Buni, pementasan ini menghidupkan kembali pemikiran sang Guru Bangsa tentang keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan melalui perpaduan tradisi tutur Minangkabau, musik, dan multimedia untuk generasi masa kini.

Kaba-Musikal yang Menghidupkan Pemikiran Buya Syafi’i Ma’arif Selengkapnya

Liputan

Aphrodite: Arsip Hasrat yang Retak

Tinjauan mendalam atas pementasan tari kontemporer “Aphrodite” karya koreografer Menthari Ashia di Lapau Tari #4 ISI Padangpanjang. Mengangkat tema hasrat, luka, dan kecemburuan, pertunjukan memukau ini sukses memadukan idiom tubuh tradisi Minangkabau dengan ekspresi modern puitis, sekaligus merefleksikan kerapuhan relasi emosional manusia melalui komposisi visual panggung yang sangat matang.

Aphrodite: Arsip Hasrat yang Retak Selengkapnya

Liputan

“Yang Terbit, yang Tenggelam” pada 60 Tahun Majalah Sastra Horison

Pameran “Yang Terbit, Yang Tenggelam” memperingati 60 tahun Majalah Sastra Horison di PDS H.B. Jassin. Acara ini tidak hanya merayakan kejayaan, tetapi juga menampilkan karya yang gagal dan tenggelam. Lewat pendekatan audio-visual, pameran mendekonstruksi narasi kesusastraan Indonesia sekaligus menjembatani arsip literer dengan pembaca era digital.

“Yang Terbit, yang Tenggelam” pada 60 Tahun Majalah Sastra Horison Selengkapnya

Liputan

Keterlarutan antara Bunyi, Tubuh dan Kesadaran dalam “Tarekat Bunyi” Indra Arifin

Indra Arifin resmi meraih gelar doktor seni termuda di ISI Padang Panjang pada usia 33 tahun dengan predikat cumlaude. Melalui karya disertasi berjudul “Tarekat Bunyi”, ia mengeksplorasi dimensi spiritualitas musik tarekat Minangkabau. Karya ini menawarkan metode malalu yang meleburkan batas antara bunyi, tubuh, dan kesadaran dalam penciptaan karya seni kontemporer.

Keterlarutan antara Bunyi, Tubuh dan Kesadaran dalam “Tarekat Bunyi” Indra Arifin Selengkapnya

Scroll to Top