Kolase

Kolase

Pejabat Tinggi VOC Korupsi, Dicambuk dan Dirantai di Depan Umum, Dibuang Jauh ke Afrika

Karier gemilang Coenraet Fredrik Hofman, Komandan VOC Pantai Barat Sumatra, harus berakhir tragis akibat skandal korupsi besar-besaran. Setelah terbukti menyelewengkan dana perusahaan dan bersekongkol dengan bawahan serta istrinya, ia dipecat, dicambuk, dan dibuang ke Tanjung Harapan di Afrika untuk menjalani hukuman kerja paksa selama 15 tahun pada usia senjanya.

Pejabat Tinggi VOC Korupsi, Dicambuk dan Dirantai di Depan Umum, Dibuang Jauh ke Afrika Selengkapnya

Kolase

Raja Ibrahim dan Perang Panjang Melawan Monopoli Garam VOC

Pada awal abad ke-18, VOC memaksakan monopoli garam di Pantai Barat Minangkabau, memicu perlawanan sengit dari sentra-sentra produksi lokal. Dipimpin oleh tokoh seperti Raja Ibrahim, masyarakat menolak tunduk. Rentetan pertempuran ini membuktikan bahwa hegemoni Kompeni tidak bisa dipertahankan murni lewat paksaan, melainkan harus berujung pada kompromi.

Raja Ibrahim dan Perang Panjang Melawan Monopoli Garam VOC Selengkapnya

Kolase

Ketika Meriam Prancis Menghantam Natal dan Tapanuli, Inggris Terusir dari Bengkulu, dan VOC Menangguk Untung Besar

Perang Tujuh Tahun antara Inggris dan Prancis pada abad ke-18 turut merambat hingga ke pesisir barat Sumatra. Ketika armada Prancis berhasil menghancurkan benteng-benteng milik Inggris di Natal, Tapanuli, dan Bengkulu, VOC mengambil kesempatan. Dengan kedok netralitas, Belanda diam-diam memonopoli perdagangan lada lokal dan meraup keuntungan besar dari jatuhnya kekuasaan Inggris.

Ketika Meriam Prancis Menghantam Natal dan Tapanuli, Inggris Terusir dari Bengkulu, dan VOC Menangguk Untung Besar Selengkapnya

Kolase

Banjir Berulang Melanda Padang

Sejak era Kompeni, Padang terus dibayangi ancaman banjir berulang akibat luapan sungai. Berbagai upaya dari pembangunan bendungan, pengerukan, hingga pembuatan banda bakali pada masa kolonial belum mampu menghentikan keganasan air. Sejarah mencatat pola berulang yang tak pernah usai: manusia berupaya membangun, tetapi luapan sungai senantiasa merobohkannya kembali.

Banjir Berulang Melanda Padang Selengkapnya

Scroll to Top